Resensi Novel : Running With Scissor – a memoir

May 11, 2010

Running With Scissors
Identitas Buku

  • Judul : Running With Scissors
  • Penulis : Augusten Burroughs
  • Penerjemah : Febry E. S.
  • Penerbit : Makna
  • Tempat dan Tahun Terbit : Jakarta, 2005
  • Tebal Buku : viii + 328 halaman
  • Harga : Rp 49.000,-

Novel ini merupakan sebuah riwayat hidup dari sang penulis, Augusten Burroughs saat berumur 9 hingga 17 tahun. Dalam kurun waktu tersebut Augusten hidup bersama keluarga psychiatrist yang tidak lazim / kurang waras.

Sinopsis Cerita

Pada bagian awal, diceritakan bahwa Augusten senang memakai pakaian ibunya, tertarik akan hal-hal yang shiny seperti kaca dan perhiasan, dan kedokteran. Dia tinggal bersama ibunya (Deirdre) yang merupakan seorang penulis puisi  dan seorang bapa di pedesaan Massachusets. Ayahnya merupakan profesor matematik di universitas setempat namun memiliki kebiasan mabuk-mabukkan.

Pada usia 9 tahun, orangtuanya bercerai dan di usia 12 tahun dia dibuang oleh ibunya untuk diasuh oleh Dr. Finch,  seorang psikiater yang bahkan lebih gila daripada pasiennya. Awalnya, Augusten dititipkan bersama Dr. Finch dengan kedok untuk menyelamatkannya dari ayahnya, namun ibunya malah tinggal di tempat lain. Hanya sesekali dia menginap bersama Augusten di tempat Dr. Finch. Akhirnya, Dr. Finch mendapat hak asuh terhadap Augusten secara penuh.

Augusten selanjutnya mengisi kesehariannya dengan menulis jurnal. Natalie, anak perempuan Dr. Finch menjadi sahabatnya selama hidup di sana. Natalie merupakan gadis kasar dan tak kenal takut.

Selanjutnya diceritakan bagaimana kehidupan sehari-hari Augusten terjadi banyak hal yang tak lazim, seperti orientasi seks antara anak-anak di bawah umur dengan orang dewasa, lesbian, perlakuan yang setara pelecehan, dan kegilaan orang-orang disekitarnya. Dapat dikatakan bahwa cerita ini adalah tentang kehidupan seorang anak laki-laki biasa di lingkungan yang amat tidak biasa.

Tokoh dalam Cerita

  • Augusten Burroughs : Tokoh utama, tinggal dengan keluarga Finch. Mencatat kejadian-kejadian yang aneh selama hidupnya di sana dalam sebuah jurnal.
  • Deirdre : Ibu kandung Augusten, penulis puisi yang berharap tulisannya diterbitkan di “The New Yorker”. Mudah mengalami gangguan psikotis.
  • Troy Burroughs : Kakak Augusten, paling pintar dan terbilang paling ‘normal’ dalam keluarganya. Terobsesi dengan hal-hal mekanis.
  • Dr. Finch : Ahli terapi Deirdre, ayah kandung Natalie dan Hope, pengasuh Vicki, Neil dan Augusten. Sering melakukan hal-hal berbahaya terhadap pasiennya.
  • Hope Finch : Anak perempuan tertua Dr. Finch, plaing disayangi dan menjadi teman pertama Augusten semenjak tinggal di rumah Dr. Finch.
  • Natalie Finch : Adik dari Hope Finch, sahabat Augusten.
  • Neil Bookman : Pasien Dr. Finch dan kemudian menjadi anak adopsinya. Setelah bertemu Augusten, dia jatuh cinta pada Augusten yang masih berumur 13 tahun.
  • Agnes : Istri Dr. Finch yang diperlakukan sebagai pembantu.
  • Fern : Teman lesbian pertama dari Deirdre, memutuskan untuk meninggalkan keluarganya agar bisa bersama Deirdre.
  • Dorothy : Teman lesbian Deirdre yang kedua, wanita blasteran afrika-amerika yang menyukai Deirdre karena hidupnya yang ekstrim.

Kelebihan dan Kekurangan

Novel ini memiliki cerita yang ekstrim, tidak biasa, dan merupakan kisah nyata. Alur ceritanya terus maju sehingga tidak membingungkan pembaca. Semua karakter sangat berperan dalam mengisi cerita sehingga tidak ada karakter yang hanya sekedar lewat tanpa peran.

Namun, cerita ini penuh kontroversial untuk kalangan anak muda karena bisa memberikan inspirasi dan konotasi yang dapat disalah artikan.

Pendapat Resensator

Novel ini menceritakan kisah hidup yang sangat unik, dalam masa remaja seorang lelaki terjadi banyak hal yang dapat mengganggu mentalnya. Bila dibandingkan dengan novel-novel lain dengan tema cerita yang sama, bisa dikatakan bahwa novel ini sangat unggul dalam hal cerita.

Sangat disarankan bahwa pembaca buku ini adalah orang dewasa karena cerita yang berbau maturitas dan istilah-istilah yang sulit dipahami anak-anak. Novel ini telah diangkat ke layar lebar, jadi untuk lebih memahami cerita di dalamnya, dapat juga disaksikan melalui film tersebut.


One Response to “Resensi Novel : Running With Scissor – a memoir”

  1. viecadas Says:

    gak sempet pake gambar yang gw…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.